• 021 31900976
  • 0812 8032 3307

Sukses Menjual Tiket Pesawat Setelah Jualan Bra

Posted on: July 18th, 2014 by jefri No Comments

Koran Kontan Edisi Kamis, 18 Agustus 2011

Inspirasi Jefri Van Novis 

Bosan Jual Bra, Jefri Sukses Berbisnis Tiket

Bosan menjadi pedagang bra dan pakaian dalam kaum hawa, Jefri Van Nois memutuskan membuka usaha penjualan tiket maskapai penerbangan tahun 2006. Dengan modal Rp 5 Juta, direktur utama PT Bonita Tour and Travel ini, sekarang mampu menjual tiket penerbangan senilai Rp 2 miliar per bulan.

Bagi sebagian masyarakat Minangkabau, Sumatera Barat, menjadi pengusaha itu sudah biasa, Begitu juga dengan Jefri Van Nois, pria asli Minang ini juga menjadi pebisnis sebagai pilihan hidup.

Ketekunan Jefri sebagai pengusaha itu kini sudah membuahkan hasil. Lihat saja, kini dia sudah menyandang predikat sebagai Direktur Utama PT Bonita Tour and Travel, perusahaan biro perjalanan yang beromzet miliaran rupiah.

Namun sukses yang di raih Jefri sekarang bukanlah karena warisan. Dia memanfg berjuang dari bawah. Sejak duduk di bangku sekolah menengah ke atas (SMA) Jefri sudah menjadi pedagang bra dan pakaian dalam wanita di pasar Aur Kuning, Bukit Tinggi, Sumatera Barat. Profesi itu dia tekuni sampai duduk dan lulus dari bangku kuliah pada 2003 silam.

Bahkan dengan status sebagai sarjana, Jefri juga tak minder meski tetap jadi pedagang pakaian dalam. Namun di benak Jefry selalu tertanam bahwa usaha ini harus terus berkembang.

Hingga pada 2006, Jefri merasa bosan menjadi pedagang bra. Dengan uang tabungan sebesar Rp 5 Juta hasil keuntungan berjualan bra, Jefri mulai merintis usaha jual tiket pesawat.

Sebagai pengusaha bermodal cekak, Jefri tentu harus menggunakan modal itu seefisiean mungkin. Salah satu caranya, dia tak mau membuka kantor sendiri. Dia memilih menumpang di pojokan sebuah toko milik kerabatnya di pasar Aur Kuning.

Di pojokan toko itu Jefri menaruh meja kecil disertai perangkat komputer yang dibeli waktu kuliah. Komputer yang sudah tersambung internet itulah yang kelak menjadi sumber rejeki bagi Jefri.

Tak butuh waktu lama, usaha ini berkembang pesat. Jefri mengandalkan para pedagang di Aur Kuning sebagai pelanggan tetapnya. Dia tahu persis, para pedagang di pasar itu sering pergi Tanah abang, ke Batam, atau daerah lain, untuk berbelanja barang. “Kesempatan itu yang saya coba ambil, menjual tiket pesawat untuk pedagang itu” kata Jefri.

Semua maskapai penerbangan nasional sudah berhasil di gandeng Jefri.

Bulan – bulan pertama sebagai penjual tiket pesawat, Jefri harus rela dengan hanya menjadi sub agen. Namun karena ketekunannya dan omzet penjualan yang terus meningkat dalam wwaktu setahun status Jefri sudah naik menjadi agen. “Agen resmi menerima komisi secara penuh,” terang Jefri.

Begitu resmi menjadi agen, Jefri pun ingin memperbesar modal usaha dengan membentuk sebuah perseroan terbatas (PT). Kebetulan ketika itu ada seorang saudaranya yang berminat menempatkan modal di PT itu. Dengan modal Rp 25 Juta hasil patungan, berdirilah PT Bonita Tour and Travel.

Menurut Jefri, nama Bonita itu adalah meerek bra yang pernahdia jual. Namun Jefri tak mengungkapkan, kenapa dia terkesan dengan merek bra tersebut. Yang jelas, merek bra itu memamng populer di kalangan pelanggan Jefri. “Usaha ini memamng bermula dari penjualan bra merek Bonita,” ungkap Jefri tersenyum.

Sebenarnya dengan menjadi agen, pekerjaan Jefri juga semakin berat. Bagaimana tidak, untuk bisa menjual tiket sebuah perusahaan penerbangan, dia harus mengajukan proposal penawaran kepada operator penerbangan.

Namun Jefri melakukan itu denga senang hati. Baginya, sesulit apapun usaha, selama itu memberi kesempatan bagi dia untuk maju, bakal dia sambar.

Proposal demi proposal yang dia kirim ternyata mendapat lampu hijau dari perusahaan penerbangan. Adalah Mandala Airlines yang pertama kali mempercayakan penjualan tiketnya pada Jefri. Kemudian disusul Batavia Air, dan terakhir Garuda Indonesia. “Alhamdullilah, sekarang semua maskapai penerbangan sudah kami gandeng,” kata Jefri bangga.

Bisnis penjualan tiket itupun terus berkembang. Namun Jefri tetap merasa perlu mengembangkan usahanya. Nah, setelah berhasil membbuka dua cabang di Tanah Abang dan membuka kantor perwakilan di Kuala Lumpur, Jefri mulai mengembangkan usahanya ini melalui pola kemitraan.

Pada 2009, Jefri resmi menawarkan pola kemitraan itu. Dan hasilnya, dia berhasil merengkuh 19 mitra dalam waktu dua tahun ini.

Leave a Reply