• 021 31900976
  • 0812 8032 3307

Bermimpi Punya Bisnis Kargo Udara

Meski sibuk berjualan Bra, Jefri Van Nois tidak pernah mengabaikan kuliah. Bahkan, sesibuk apapun, Jefri masih menyempatkan ikut kursus Bahasa Iggris. Berkat ketekunannya itu pula, Jefri hanya butuh waktu 3,5 tahun untuk menyelesaikan kuliah dan menyandang gelar sarjana ekonomi.

PELAN tapi pasti, usaha jualan bra dan pakaian dalam Jefri Van Nois berjalan mulus, di tengah – tengah tugas kuliahnya di Fakultas Ekonomi Universitas Andalas (Unand).

Tak ada kata malu di benak Jefri untuk menjalankan usaha itu. Bahkan dia juga tak sungkan mengusung bra dari pasar ke kampus dan menjualnya ke teman – teman kuliah perempuan.

Bahkan, lantaran selalu bergelut di bidang bra, Jefri bahkan dijuluki si toke BH, artinya juragan bra, oleh teman kampusnya.

Takhanya itu julukan Jefri. Para pelanggannya di Pasar Raya Padang malah menjuluki dia “depkolektor”, maksudnya dept collector atau tukang tagih utang atau “si malaikat pencabut nyawa.”

Kedua julukan itu disematkan kepada Jefri karena ia selalu mengunjungi pedagagng setiap pekan untuk mengutip hasil penjualan. “Pelanggan saya adalah pedagang yang ada di pasar,” jelas Jefri.

Dalam mendistribusikan bra kepada pedagang itu Jefri mengutip laba Rp 3.000 per lusin, dengan harga satuan antara Rp 15.000 hingga Rp 18.000. :Keuntungan dari penjualann bra ini cukup tinggi,” kata Jefri.

Dalam sepekan Jefri mampu menjual 100 sampai 200 lusin bra kepada para pedagang pakaian dalam di Pasar Raya Padang tersebut. Atau dalam sepekan Jefri mampu mendapatkan omzet hingga sebesar Rp 18 Juta sampai Rp 36 Juta. “Keuntungan usaha ini mampu memenuhi kebutuhan kuliah dan hidup saya sehari – hari;” terang Jefri.

Meskipun sibuk berbisnis, Jefri tetap menomorsatukan kuliahnya. Bahkan, dia sempat ikut kursus bahasa Inggris. Ibaratnya, Jefri sudah tidak punya waktu buat dirinya sendiri.

Bahkan, di waktu senggang pun, dia amsih saja berurusan dengan usaha pakaian dalamnya itu. Seringkali Jefri menolak ajakan teman sekampus untuk berkegiatan meski itu sekadar bermain bola. “Waktu muda saya memang banyak saya korbankan,” kenang Jefri.

Perjuangan Jefri memang tak sia-sia. Berkat ketekunannya, dia berhasil menyelesaikan kuliah hanya dalam waktu 3,5 tahun saja. “Ini berkat bra,” ujar Jefri, serius.

“Pelanggan saya adalah pedagang yang ada di pasar,” jelas Jefri.

Jefri mengaku, dia menuliskan tugas akhir atau skripsinya mengenai seluk beluk berjualan bra. “Judulnya, faktor yang mempengaruhi penjualan produk Bonita Underwear di Sumatera Barat,” ujarnya.

Setelah lulus, Jefri sempat bingung kalau mengingat pesan sang ibu yang menginginkan Jefri jadi pegawai kantoran. “Ibu ingin anakny bekerja di bank,” terang Jefri.

Untuk melaksanakan amanah sang ibu, Jefri pun sempat mengajukan lamaran kerja ke bank. Namun, setiap lamaran kerja yang terkirim tak kunjung terbalas. ”Akhirnya saya putuskan berdagang,” terang Jefri.

Nah, stelah lulus kuliah itu, Jefri pun ballik ke Pasar Aur Kuning di Bukit tinggi untuk membantu kakaknya yang juga penjual pakaian dalam.

Namun demikian, Jefri tak pernah melupakan cita-citanya untuk menjadi pengusaha. Karena itu, setelah dirasa cukup “magang” berdagang bersama sang kakak, Jefri pun memutuskan untuk mandiri dengan berjualan tiket pesawat.

Sebenarnya berjualan tiket itu terbilang baru bagi Jefri. Namun bagi Jefri usaha ini layak dijajal. Apalagai dia melihat banyak pedagang di Aur Kuning sering pergi ke Jakarta atau Batam untuk kulakan dagangan dengan naik pesawat teerbang.

Begitu mendapat tempat berjualan tiket di sudut sebuah toko di Pasar Aur Kuning, Jefri langsung menyebarkan brosur ke pedagang yang ada di situ.

Usaha ini ternyata berjalan mulus, bahkan berkembang dengan pesat. Setelah resmi menjadi agen penjualan tiket penerbangan berbagai perusahaan penerbangan, kini Jefri sudah mengantongi izin penjualan tike pesawat penerbangan Internaional. Tak hanya itu, Jefri juga memberikan layanan ibadah umroh dan ONH plus.

Setelah jualan tiket berjalan lancar, kini Jefri mulai melirik usaha baru, yaitu bisnis kargo udara dan darat. Jefri bermimpi suatu saat PT Bonita Tour and Travel memiliki anak usaha yang bergerak di sektor logistik. Dia pun sudah menancapkan angan-angan, usaha logistik itu akan dia beri nama Bonita Air.